PASAR PON AMBARAWA, PASAR HEWAN TERBESAR DI JAWA TENGAH

PASAR HEWAN AMBARAWA, PASAR HEWAN TERBESAR DIJAWA TENGAH

PASAR PON AMBARAWA, 

Adalah pasar hewan terbesar dijawa tengah, Berdiri sejak tahun 1994, Pasar Pon, Ambarawa, Jawa Tengah, kini termasuk salah satu pasar hewan terbesar di Jawa Tengah.. Pasar ini cukup tenar di kalangan para pecint burung, dan hewan ternak, 
Pamor pasar ini mencorong lantaran koleksi burung yang dijual terbilang lengkap. Beberapa burung unik, bahkan yang sudah masuk kategori langka bisa ditemukan di Pasar Pon.
Belum lagi dengan ramainya para pedagang kaki lima yang sekarang sudah dibangun lapak-lapak permanen semakin menambah keramaian para pengunjung di pasar pon ini.banyak juga pedagang-pedagang obralan, pedagang jamu, batu akik dan pokoknya serba ada .

Beberapa jenis burung yang habitatnya ada di Ambarawa antara lain burung tledekan atau sulingan, decu, dan kacer hitam. Harga burung ini masih berkisar puluhan sampai ratusan ribu.
Beda dengan burung langka seperti cucakrowo dan anis merah. Kata salah seorang pedagang, harga kedua jenis burung itu bisa mencapai jutaan rupiah.Selain langka, burung-burung itu juga didatangkan dari luar Ambarawa.
Pedagang lainnya, Mas Nawir dari daerah kemawi mengatakan hal serupa. Menurutnya, ada beberapa jenis burung yang harganya lebih mahal jika dibandingkan pasar burung yang ada di Solo atau Jakarta.  Namun demikian, para penghobi burung tidak keberatan. untuk membeli, burung-burung yang sedang mereka cari.
“Namanya juga hobi, kalau sudah suka, ya tidak masalah meskipun harganya mahal,” kata dia. Endar bilang, semakin langka burung akan semakin mahal pula harganya.
Beda dengan jenis burung biasa, seperti pleci. Meskipun bulunya bagus tapi karena bisa ditemukan di banyak tempat, maka harga burung ini relatif murah.

Mas Nawir bilang, konsumennya tidak terbatas dari Pulau Jawa saja. Banyak juga konsumen datang dari luar Pulau Jawa.
Hanya dalam jangka waktu sehari atau seminggu, burung merpati di kiosnya sudah terjual. “Kalau jenis burung lain belum tentu terjual dalam tiga kali weton Pon ( 15 hari),” ujarnya.
Septi sendiri sudah berjualan burung merpati sejak tiga tahun terakhir. Pada hari biasa, Septi bisa menjual lima pasang burung merpati. Namun, saat weton Pon, penjualannya meningkat hingga dua kali lipat.
Selain menjual burung merpati, ia juga menjual aneka sangkar burung merpati. Satu sangkar burung dijualnya seharga Rp 40.000 – Rp 200.000.
Kata Septi, pasokan burung merpati selalu ada karena banyak peternak merpati di Ambarawa. Hampir setiap minggu, peternak memasok merpati kepadanya.   
Pasar Pon, Ambarawa, Jawa Tengah kesohor lantaran koleksi burungnya lengkap. Pasar ini menjadi rujukan bagi para penggemar burung dari pelbagai daerah. Selain penggemar burung, banyak juga pedagang burung dari daerah lain berburu burung di tempat ini.
Sidik Rosadi, salah seorang pedagang burung di pasar ini mengatakan, pelanggannya banyak juga sesama pedagang burung dari tempat lain, seperti pedagang burung di Pasar Depok, Solo, Jawa Tengah. “Mereka mencari burung langka di sini atau yang harganya murah supaya bisa mendapat untung di sana,” katanya.
Selain dari Solo, pedagang burung langganan Sidik ada juga yang dari Semarang, Jakarta, Banyuwangi, Pati, dan Kudus. Sebaliknya, Sidik juga kadang mendapatkan pasokan burung dari kota-kota tersebut.
Sidik mengaku mendapat untung sekitar Rp 50.000 – Rp 200.000 dari penjualan setiap ekor burung. Kata Sidik, setiap minggu ada saja orang yang menjual burung padanya.
Biasanya, orang-orang itu adalah penghobi burung yang sudah bosan memelihara burung tertentu dan mau mengganti koleksinya. Selain itu, ada juga warga sekitar Ambarawa yang sengaja menangkap burung untuk dijual pada Sidik.
Pedagang burung lainnya, Endar Rosid menuturkan tak pernah kesulitan mendapatkan pasokan selama berjualan di Pasar Pon. Justru, stoknya kadang terlalu banyak sehingga pernah Endar harus menunggu 10 pon hingga satu jenis burung laku terjual.
Septi Prima, pedagang burung yang lain, mengungkapkan bahwa kadang burung-burung yang dijual di Pasar Pon diikutsertakan dalam lomba atau kontes. Jika menang, maka harga jual burung itu meningkat.
Septi sendiri sering mengikutsertakan burung merpati dagangannya, baik merpati balapan atau merpati tinggian dalam kontes. “Kalau menang, harganya bisa sampai dua kali lipat,” ujarnya.
Supaya kondisi burung tetap prima, Septi sangat memperhatikan cara perawatan burung dagangannya. Setiap pagi, burung merpatinya dijemur, lalu dimandikan sebelum kembali masuk kandang.
Selain itu, seminggu sekali, burung merpati diberi minum jamu ramuan Madura yang isinya kuning telur, madu, dan jahe. “Tujuannya agar badannya fit, jadi harganya terjaga," tutup dia.
“Bukan hanya dengan sesama pedagang, tapi juga dengan penghobi burung, saya senang bergaul,” tuturnya. Sidik mulai berjualan di Pasar Pon sejak 1994. Di Pasar Pon, ia membeli tanah seluas 3 meter x 4 meter.
Tanah itu dibayar dengan mencicil Rp 560.000 per bulan selama dua tahun.

Alamat Lengkap Pasar Hewan Ambarawa:
Jalan Palagan, Kecamatan Ambarawa
Kabupaten Semarang
Lebih Kurang 40 Km dari Pusat Kota Semarang
Terimkasih sudah berkunjung ke bloger ini. semoga bermanfaat.tonton video pasar pon ambarawa terbaru. 2017.https://youtu.be/7cXXtPcfxew

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RAHASIA HEMAT BIAYA MEROKOK & TETAP PUAS MEROKOK

MISTERI GUA KISKENDO